18/01/10

Being A Mom

"do they collide? i asked and u smile"

Mungkin itu arti meong-an Kit pada teman barunya, kucing kampung belang putih kuning kekunyitan. Kita sebut saja dia Kunyil.
Ya, beberapa hari ini mereka semakin sering bertemu pada waktu dan lokasi yang sama setiap harinya.
Kit akan berdiri di atas televisi ber-antena-kan garpu dengan mata berbinar dan senyum funiaw.
Kunyil, yang belum jelas jenis kelaminnya, duduk manis di atas genteng tetangga sebelah.
Terpisahkan oleh kaca jendela, mereka lebih sering diam saling menatap. Saya pun bingung, apakah monolog atau dialog yang mereka lakukan.

Untuk mendramatisir suasana, saya sebagai co-sponsor love meeting mereka kadang hanya bisa memberi dukungan berupa backsound.
Playlist mantap pun saya susun demi romansa dua sejoli ini. A Camp dan Deathcab For Cutie, hingga Seal dan Joni Mitchell.
Dan ketika mereka mengeong tanpa henti, Mariah Carey pun menetralkan suasana penuh unconditional love itu.

Namun saya merasa kejam sesekali dengan kenyataan bahwa mereka akan tetap seperti itu untuk waktu yang lama.
Saya belum mau mengambil resiko membuka jendela itu, membuka lebar kemungkinan mereka untuk bersama, entah untuk semalam saja atau selamanya.
Ya, saya seperti orang tua yang melarang anaknya berpacaran sebelum menikah.
Kit berbeda ras denganmu Kunyil, maka kamu tidak pantas untuknya.
Ya, saya seperti orang tua yang mempermasalahkan perbedaan strata sosial.

Saya pun bisa menjadi konservatif sesekali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar